Pengumpan RSS

Rasa Itu Pernah Ada

“Ah…,sial sekali hari ini, sendirian berangkat sekolah,udah gak dianter, gak ada angkot lewat,perut kosong lagi,ugh!!! Sial” gumamku dalam hati… Dengan berjalan sempoyongan tiba-tiba “BRUGGH!!!” “aduh sakit”  Tak lama kemudian ada yang menepuk pundakku sambil berkata “ma’af mbak saya lagi tergesa-gesa”. “eh! Siapa kamu? Masa’ ada cewek jatuh gak di tolongin malah lari !” teriakku keras. Dengan wajah inosen dia lari meninggalkanku yang sedang kesakitan, ku coba pelan-pelan untuk berdiri “Ok! Akhirnya berhasil” lalu ku lihat jam tanganku “Oh…God, jam 7,ah sial! Telatttt…”  ku berlari menahan sakit.

Skenario sudah kutebak, Pak Ahmad sudah mengunci pintu gerbang. Kemudian beliau bertanya kepadaku “kenapa kamu telat?”. “habis di tubrug orang pak, lutut saya lecet, jadi berjalannya agak lama” ucapku dengan wajah memelas. “ah! gak percaya mana buktinya ?” Tanya Pak Ahmad yang masih penasaran dengan keadaanku. “ini pak” ku tunjukkan lutut ku. Wajah Pak Ahmad terlihat shock!!!. “Ah! Saya tidak percaya. Pasti ini hanya ulah kamu saja biar tidak di beri point dan hukuman kan,? Ayo sekarang bapak antar ke ruang tatib” , “tapi pak saya tidak bohong” ujarku dengan wajah penuh belas kasihan. Tanpa basa-basi Pak ahmad menyeretku ke ruang tatib. Aku pun di introgasi layaknya habis mencuri TV di rumah orang. “Siapa namamu?” Pak Rudi, guru tatib, mulai bertanya tanpa basa-basi. “ Calluna Az-Zahra, panggilan Luna”. “kelas?”. “X 1,”. “Sekarang kamu hormat kepada sang saka merah putih selama 2 jam pelajaran dan kamu mendapat point 10. Mengerti!!” perintahnya dengan tegas. “Mengerti , Pak”  jawabku dengan wajah tertunduk.

Akhirnya kuturuti semua perintah Pak Rudi. “Tuhan.. panas sekali pagi ini, mengapa matahari tidak memberi 50% diskon kesejukan tubuh dan pikiran untukku??”. “Tet….tet…tet…” pelajaran 1-2 telah usai, akhirnya hukuman tanpa kesalahan telah berakhir dan akupun menuju ke dalam kelas. Sungguh malunya diriku. Semua arah bola mata menatapku. “Luna, kenapa sih kamu kok bisa telat?” Tanya Randy si ketua kelas. Aku tak menghiraukannya.Kali ini aku memang tak butuh pertanyaan dari siapapun begitu pula perhatian “Tuhan sungguh egoisnya diriku”, “wajahmu pucat dan jalanmu pincang” komentar Putri yang duduk di sampingku, dan begitu pula aku tidak menjawab pertanyaannya, “Ok! Aku mengerti pasti kamu lagi gak mau jawab” sanggahnya lagi.

Masuk jam pelajaran 3-4 telah di mulai, kali ini jam pelajaran Mrs. Elena, seorang guru bahasa Inggris. “Good morning, everybody..” sapa Mrs. Elena. “Good morning mom” jawab serentak anak kelas X1. Aku menjawab sambil tertunduk,karena hatiku masih resah. “student’s..  I have something for you. And I know you will be happy.” “what is that mom?” jawab semua siswa kecuali aku. Kemudian Mrs. Elena keluar kelas dan membawa masuk seorang cowok, “ student’s.. this is a boy” Mrs.Elena membuyarkan pandangan yang awalnya tertuju pada cowok itu. “ came on . let’s introduce your self” perintah Mrs.Elena kepada cowok itu “ perkenalkan nama saya Armananda Diaz Fiarro, biasa di panggil Diaz, saya berasal dari SMAN 55 Jakarta, terimakasih” akhirnya perkenalan itu telah berlalu dan tak sedetik pun aku melihat wajah anak baru itu dan akhirnya jam pelajaran Mrs.Elena telah usai. Namun tak ada satupun materi yang ku pahami masuk ke dalam memory kepalaku.

Semua anak berbondong-bondong menuju kantin. Entah perut mereka kelaparan atau hanya sekedar mengikuti arus nafsu pada pagi setengah siang ini, kecuali aku yang tetap duduk terpaku dengan tatapan tertunduk dalam kelas yang kosong. Selang waktu kemudian,  seseorang   mendekatiku dan seolah-olah ingin berkenalan dengan ku. “Hay!!!” sapanya, lagi-lagi  tak ku jawab. “Hay!!!” sapaan itu terucap kembali. Oke! Aku kalah dan memandangkan tatapan ku kearahnya, “sepertinya aku pernah melihat orang ini, tapi dimana ya?” gumamku dalam hatiku. Kepalaku masih terlalu pusing untuk mengingat semuanya.

***

Keesokan harinya aku mengenali siswa baru itu, cowok yang kemarin menubrukku dan tak sedikitpun ku hiraukan sapaannya. Semakin hari semakin aku dekat dengannya, meskipun aku tahu Diaz pernah mencelakakanku. Dan begitu pula aku bukan tipe orang yang suka menyimpan dendam. Jadi aku ma’afkan kesalahannya.

Diaz adalah sosok  lelaki yang mampu menarik perhatian wanita. Bak seorang dewa yang turun dari langit. Senyum manis selalu terukir di pipinya. Kecerdasan Diaz dalam menggunakan logika membuat penghuni kelas X1 iri padanya. Begitu pula dengan ku. Kini hidupku selalu bersaing dengan Diaz tapi itu hanya terjadi di dalam kelas saja,selain itu aku dan Diaz selalu bersahabat dan selalu saling membantu dalam hal apapun.

Ada yang aneh di pagi ini. Diaz tidak masuk sekolah. Dia yang selalu datang tepat waktu kini menghilang entah kemana. Aku merasa ada sesuatu yang hilang di hari-hariku. Sejak itu juga aku selalu ingin disampingnya.Tuhan rasa ini berbeda. Mungkinkah aku jatuh cinta padanya?? Oh sedih rasanya di saat harus ku akui dia hanyalah teman hidupku.

Seminggu berlalu..

Diaz tidak memberi kabar padaku. Sebenarnya aku pernah berniat untuk menanyakan kabarnya namun ku urungkan niatku. Tapi bagaimanapun juga aku harus mengetahui kabar Diaz saat ini. Setelah pulang sekolah nanti aku berniat menjenguk Diaz ke rumahnya bersama Farrah, temanku.

***

                Blok B No 12 Perumahan Cempaka Hijau.

Kini aku berdiri di depan bangunan besar berwarna putih. Rumah Diaz.  “Sudahlah coba ketuk pintunya mungkin mereka ada dalam rumah”Farrah meyakinkan padaku. “Okelah” jawabku pasrah. “Kring…Kring…Kring…”bunyi bel rumah Diaz. “Permisi..” Tak ada yang merespon panggilanku, tapi tak lama kemudian ada yang membukakan pintu.  “Ada yang bisa saya bantu?” Tanya wanita setengah baya.  Mungkin pembantu di rumah Diaz. “Diaznya ada bu?”. “Diaznya…emmmm…” kata-kata wanita itu menggantung di udara. “Bu.. Saya tanya kok gak di jawab?” tanyaku resah. “Sebentar  ya.. “ ujarnya ke arahku dan Farrah kemudian segera membalikkan badan. “Nyonya..ada tamu?”wanita itu memanggil majikannya sambil  berlalu dari hadapanku. “Ada apa ya..?”Tanya Mama Diaz. “ Ma’af Tante… Diaznya ada?”tanyaku. “Kamu siapa ya?” Mama Diaz menatapku penuh makna. “ Emmm..  saya.. “ jawabku terbata “ Oh.. Tante tahu.. Kamu pasti Luna teman sekelasnya Diaz kan?? “ tunjuknya ke arahku.  “ ii.. iiya tante.. “ “ Ayo ikut tante. Ada yang perlu kamu ketahui “ Tanpa ba bi bu Mama Diaz langsung menarik tangan ku ke dalam.  “ dari mana beliau tahu kalo aku temannya Diaz ?? padahal tak pernah sekalipun aku bertatap muka dengannya.” Rasa penasaran itu terus menghantuiku sampai aku masuk ke dalam sebuah ruangan.

Argumenku mengatakan ruangan ini adalah kamar Diaz. Rapi, bersih, aroma tubuh lelaki tercium saat aku sampai di pintu.  Berbagai bingkai foto terpajang di atas meja. Sekilas ku temukan potret diriku di antara foto-foto yang ada. Didalam foto itu aku tersenyum bahagia bersama Diaz di sampingku. Ya, aku ingat. Itu adalah foto saat kami belajar bersama di taman sekolah. Terlihat air kolam mengalir jernih di hiasi bunga-bunga indah di sekitarnya menjadi background potret kami kala itu.

“Luna..” Mama Diaz memanggilku. Aku segera berpaling kearah beliau.” Tante tahu hanya kamulah teman Diaz yang paling tepat mengetahui hal ini” Aku terdiam. Sejenak ku coba memahami perkataannya. Firasatku mengatakan ada yang tidak beres. “ Tante cerita aja gapapa” ku coba memberanikan diri berkata padanya. ”Diaz mengalami kanker otak stadium akhir. Sekarang, dia sedang menjalani pengobatan di Singapura bersama ayahnya” terang mama Diaz dengan tertunduk menyerah. Aku tak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar. Air mataku sudah di ujung kelopak mata. Namun ku tahan dan segera berpamitan pulang. Kasihan Farrah menunggu di luar sendirian. “ kamu gapapa, Na? “ Farrah seakan mengerti perasaanku. “ Gapapa kok Far, aku baik-baik aja. Pulang yuk?” kami berjalan menyusuri sepanjang komplek perumahan.

***

                Aku marah dengan Diaz. Mengapa dia tak pernah bercerita padaku?? Mungkinkah kepercayaan mu tlah hilang ?? “. “Agrhhh.. !!” ku lemparkan diriku diatas ranjang sambil memeluk gulingku. Ya Allah apa yang bisa ku lakukan untuk Diaz? Aku tak mau kehilangannya..?.Jagalah dia Ya Allah.

***

                Tadi malam aku bermimpi Diaz memberikan senyuman terindahnya untukku. Dia tersenyum puas seperti tak ada beban dihidupnya, kemudian dia berkata bahwa dia akan selalu ada disampingku selamanya. Senang rasanya walaupun itu semua hanya lah sebatas mimpi.

***

“Luna, bisakah kamu ke rumah tante siang ini ?” sebuah pesan singkat dari mama Diaz. “iya tante..” segera kubalas pesan itu.
Saat ku berjalan kearah rumah Diaz, aku sempat bingung mengapa perumahan Blok B Cempaka ini sangat ramai dan banyak karangan-karangan bunga. Jangan-jangan Diaz..pikirku dalam hati .Ah tak mungkin itu terjadi. Tapi semakin lama langkahku semakin pelan. Banyak orang di depan rumah Diaz, akhirnya ku beranikan diri untuk masuk ke dalam. Dan runtuhlah hatiku pada saat itu juga,seorang yang sangat kucintai telah terbujur kaku di hadapanku,seketika itu pula aku memukul-mukul kepalaku menyatakan bahwa ini hanyalah mimpi burukku,tapi aku merasakan sakit pukulanku sendiri. Ya Allah ini tak mungkin terjadi, jangan hilangkan Diaz dari hidupku, karna dari Dialah kutemukan sebagian kebahagiaan didalam hidupku.

Kurasakan pelukan lembut ditubuhku “Tante juga seperti hati Luna sekarang”kata itu terdengar dengan tangisan pilu. Ku beranikan diri untuk mendekat ke jenazah Diaz, kupandangi wajahnya tampak biru pucat. Hilang sudah senyum dirinya.

Kini saat terakhirku untuk melihat wajah Diaz. Aku tak terima dengan keadaan ini, aku yakin ini belum berakhir. Ya belum berakhir untuk hubunganku dengan Diaz. “Luna ini untukmu” mama Diaz memberikan surat bewarna pink untukku. “apa ini tante ??”jawabku pasrah. “Bacalah di kamarmu sendiri”.

Aku  pulang dengan kehampaan kosong. 5L terpampang jelas di diriku.

Aku penasaran dengan surat ini. Akhirnya ku baca didalam kamarku.

Untuk sosok yang ku kagumi..

Yang kan selalu tersenyum kala suka maupun duka..

 

Luna..

Saat kau membaca surat ini, aku tlah meninggalkanmu

Roh ku tlah tinggalkan jasad yang berbaring sendiri dalam sunyi

 

Luna…

Aku senang pernah mengenalmu

Aku senang pernah membuatmu telat masuk sekolah

Aku pun senang pernah menjadi bagian hidupmu

 

Aku pernah terdiam

Tiada berharap pernah mencintaimu

Aku bahkan menahan siksaan batinku

 

Dulu aku selalu berpikir

Cinta bisa melampaui segalanya

Saat itu aku tak tau

Bahwa ternyata ada kekuatan lain yang di sebut TAKDIR

 

Namun

Di dalam hari-harimu yang sunyi dan sedih

Ku mohon sebutkan namaku dengan lirih

Katakan bahwa

“ Ada yang sedang merindukanmu”

 

Di dunia ini

Aku ingin hidup di dalam hati seseorang yang merindukanku

Ku kan ada dalam setiap langkah hidupnya

 

Tak kuasa ku menahan airmata ini. Mengalir deras tiada henti. Diaz.. kini ku bahagia.. ku mengerti apa yang kau rasakan.. Kan ku ingat slalu pesanmu. Semoga kau tenang di alam sana…

 

OLEH : OVINZY

SELALU SENANG BELAJAR DI LAB

Posted on

Hello,teman-teman semua?!!,selamat datang di blog dewarahayu semoga nyaman ya…,kali ini aku akan curhat,”cie…cie…” bukan tapi cerita,seputar kegiatan belajar mengajar di sekolah ku,semua yang akan ku ceritakan bedasar pengalaman sendiri dan teman-teman ku.                                                     Di sekolah kami,paling suka melaksanakan kegiatan belajar yaitu di Lab atau Laboratorium,apalagi kalau di Lab.komputer ,kenapa ya..? ingin tau, jawabannya adalah kalau di Lab.komputer kita bisa belajar sambil online jika ada pelajaran yang tidak mengerti kita bisa melihatnya di internet,wah!!! seru ya.. dan selain itu ,kita juga senang kalau belajar di ruang Audio Visual,di situ biasanya para guru memperlihatkan sebuah film pendidikan,sejarah perkembangan,video pembelajaran dll.Dengan memanfaatkan OHP yang dipantulkan ke layar putih(whiteboard),kayak di bioskop-bioskop ya..teman? Kami kalau belajar di Lab. Bukan hanya sekedar melihat tayangan asli atau mempraktekannya saja,tetapi kami juga lebih mengerti dan paham apa yang di berikan pelajaran oleh guru kepada kita dan kami juga tak bosan jika hanya melihat gambar atau membacanya dari buku saja. Contohnya adalah kami pernah di terangakan oleh guru mata pelajaran IPA,tentang system pencernaan makanan pada tubuh manusia,awalnya kami tidak paham apa yang di terangkan oleh guru mata pelajaran IPA. Dan setelah itu ,guru mata pelajarn IPA mengajak kami belajar di Lab.IPA dengan menggunakan alat peraga dalam waktu yang sangat singkat kurang lebih ½ jam kami paham dan mengerti apa yang di harapkan oleh guru mata pelajaran IPA tersebut.

So,! itulah kami selalu senang belajar di Lab.(Laboratorium),bukannya kami tidak suka belajar di kelas,akan tetapi belajar di Lab.adalah mengasyikan..

Tulisan ini disusun untuk mensukseskan http://siblog.akprind.ac.id

Budaya Cium Tangan Yang Penuh Berkah

Posted on

Allah telah membekali manusia dengan sifat-sifat mulia. Diantaranya adalah rasa ingin menghormati kepada makhluk. Maka jangan  heran kalau ada aba-aba  atau isyarat hormat dalam baris berbaris (hormat gerak!) pada semua aturan kemiliteran di dunia. Hanya saja masing-masing orang mempunyai cara-cara tersendiri untuk menghormati. Orang Jepang misalnya, menghormat dilakukan dengan cara membungkukkan badan, di India untuk menghormat kepada orang tua seorang anak menyentuh kakinya, team sepak bola  nasional Meksiko meletakkan tangannya lurus di depan dada untuk menghormati lagu kebangsaannya, Letnan Marsose melepas topinya dan membungkuk menghormat kepada jenazah Cut Nya’ Dien seorang pejuang wanita yang gigih. Bahkan di dunia kejahatanpun, manusia juga saling hormat, seperti anak buah kelompok mafia yang mencium tangan sang kepala keluarga mafia.  So.. semua manusia punya jiwa saling hormat dan yang nggak mau saling hormat ya… berarti bukan manusia.

Budaya Mencium Tangan

Mencium tangan adalah salah satu cara untuk menghormati dan menghargai orang lain. Cara ini bukan meniru cara mafia seperti dalam film, tapi mencium tangan sebagai tanda hormat dan menghargai dicontohkan Nabi Muhammad 1500 tahun yang lalu. Dalam sebuah hadits diceritakan, suatu saat ada seorang lelaki ditanya oleh Nabi tentang tangannya yang lebam, kemudian lelaki tersebut menjawab bahwa tangannya lebam karena bekerja yang halal untuk menafkahi keluarganya. Seketika itu Nabi kemudian memegang tangan orang itu dan menciumnya.

Al-Dzahabi dalam Kitabnya Al-Mu’jam Al-Suyukh menulis bahwa para sahabat Nabi ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup selalu berebut untuk mencium tangan beliau sebagai tanda penghormatan dan cinta. Kebiasaan ini kemudian dilanjutkan oleh para sahabat , tabiin, tabiuttabiin dan sampai pada ulama-ulama. Hanya bedanya, karena Nabi Muhammad tidak ada lagi maka kebiasaan tersebut dilakukan kepada guru, orang tua dan siapa saja yang memang layak untuk dihormati. Mencium tangan guru kita berarti kita  memberikan penghormatan, penghargaan dan menunjukkan rasa cinta kepada pahlawan tanpa tanda jasa itu. Mencium tangan orang tua bermakna menunjukkan bakti dan cinta kita kepada keduanya. Tetapi perlu diingat mencium tangan adalah simbol, lebih dari itu penghormatan, penghargaan dan rasa cinta itu harus diwujudkan dalam perbuatan. Menjadi percuma kalau kita mencium tangan guru kita sedang banyak perbuatan yang tidak mencerminkan sebuah penghormatan. Begitupula akan sia-sia kita mencium tangan orang tua kalau di belakang mereka banyak nasehat-nasehat mereka yang tidak diindahkan. Mencium tangan membutuhkan ketulusan hati.Kebiasan mencium tangan guru ketika bersalaman sungguh sangat baik dan merupakan sunnah Rosul.

Di MTsN Malang 3 budaya mencium tangan ini  senantiasa dilestarikan. Kalau anda pada waktu pagi hari lewat di depan sekolah maka di pintu gerbang akan dapat dilihat bapak ibu guru yang tengah meyambut siswa-siswi dengan senyuman mengembang. Dan siswi-siswi pun membalas sambutan hangat Bapak/Ibu guru tadi dengan tindakan bersalaman dan mencium tangan beliau. Para siswa bersalaman dengan Bapak guru, sedangkan para siswi bersalaman dengan ibu guru, karena ini sesuia tuntunan agama. Kita patut bangga siswa-siswi MTsN Malang3 terbiasa untuk mencium tangan gurunya saat bersalaman, maka selanjutnya kebiasan itu perlu dilanjutkan dengan mewujudkan nya dalam tindakan lain yang mencerminkan rasa hormat, penghargaan yang tinggi dan cinta.  Dan hendaknya hal itu jangan hanya berlangsung di saat menjadi siswa MTsN Malang 3 saja. Murid selamanya murid dan guru selamanya guru, tidak ada mantan murid atau mantan guru. Menjadi apapun seorang siswa di masa yang akan datang dia pasti mempunyai guru yang berjasa kepadanya dan itu adalah gurunya bukan mantan gurunya.

Nah! Itulah seputar tradisi kami di sekolah tercinta, semoga teman-teman bisa meniru dari kebiasaan kami.

Tulisan ini disusun untuk mensukseskan http://siblog.akprind.ac.id

Go!…Go!…AREMA

Ayo…Ayo..Arema ..,sore ini kita harus menang,kita harus menang
Wah!!! seneng sekali,sampai hari ini juga Arema masih peringkat pertama dalam pertandingan ISL ( Indonesia Super League ) dengan jumlah golnya yaitu 73.Pastinya ,kalian juga seneng donk! Khussnya para Aremania dan Aremanita forever,dan semua para arek-arek Malang.
Dan pastinya juga Arema sudaj membanggakan kotanya yaitu kota Malang,dan sekarang nama Arema di ubah menjadi dengan AREMA INDONESIA, Wow!!! Senengnya. Dalam banyak pergantian pemain dan pelatihnya,Arema semakin kuat untuk mencetak gol gol memukaunya.
Robert Albert,selaku pelatih Arema yang baru dan berasal dari Belanda ini tetap optimis bahwa Arema bisa menaklukan para lawannya dengan cara bermainnya yang spektakuler dan tak kan terkalahkan, dan keoptimisan itu bisa menghasilkan buahnya, buktinya Arema sampai saat sekarang ini masih peringakat teratas. Dan beliau selalu berambisi untuk menjadikan para pemain-pemain Arema yang berkualitas.

Senja Di Pantai Kute

Angin Lembut membelai setiap orang yang akan mengunjungi Pantai Kute,waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 sore,dari habis berbelanja di sebuah toko,aku dan keluarga beserta rombongan tanpa lama-lama mencari sebuah angkot,setelah menemukannya aku dan keluarga bergegas naik sambil menunggu penumpang menuju Pantai Kute,tidak lama lagi angkot yang kunaiki bersama keluargaku melaju dengan pelan,karena pada saat itu jalan menuju pantai Kute macet total.Sambil mengirup udar polusi aku berharap tidak ketinggalan untuk melihat sunset yang indah.

Mungkin kalian sudah tau dengan kata-kata sunset,bagi yang belum tau sunset adalah terbenamnya matahari yang biasanya di lihat di tepi pantai.Banyak orang tua ataupun muda dan baik para wisatawan dalam negeri maupun domestic semua berbondong-bondong ke pantai kute untuk melihat sunset. Setelah bermenit-menit di perjalanan akhirnya aku bersama keluargaku sampi juga di pantai kute suasananya ramai sekali,aku pun begegas turun dari angkot dan segera ke tepi pantai kute,tepat sekali aku datang pada saat detik-detik sunset akan memamerkan keindahannya.

Dan aku bersiap-siap berfoto disaat ada sunset tidak lama lagi sunset pun memperlihatkan keindahannya “subhanalloh,sungguh indahnya cahaya sunset ini” ucap dalam hatiku. Semua orang yang menyaksikan akan damai hatinya dan tiada satu orangpun yang bermuka sedih yang menyaksikan sunset,semua dengan wajah dan senyuman  gembiranya dan tak lupa juga aku bersama-sama keluargaku berfoto di depan pantulan cahaya sunset yang begitu indah dan mempesona sebagai kenang-kenangan.

Meskipun sudah hampir malam aku menyempatkan diri sebentar untuk bermain ombak dan ,adikku ,akan tetapi aku tidak bisa berlama-lama disana,karena harus menuju ke hotel untuk beristirahat.

Sedikit saran dariku ,bagi kalian yang kan berwisata ke Pulau Bali jangan sampai lupa menyaksikan panorama sumset yang sangat  indah dan menarik.

Semoga Lulus Dengan Nilai Terbaik

Hari demi hari telah kita lewati bersama,tak tersa juga aku menuntut ilmu di MtsN Malang III sudah dua tahun,dan sekarang aku sudah duduk di kelas 8,akan tetapi bagi kakakku yang kelas 9,sudah menuntut ilmu di MTsN Malang III sudah tiga tahun.

Serasa waktu itu cepat berhembus,dalam waktu sebentar lagi kakak kelas 9 sudah harus menempuh Ujian Nasional(UN) pada bulan Maret mendatang,berbagai cara telah mereka lakukan seperti belajar dengan sungguh-sungguh,mengurangi menonton TV,mengurangi menonton sepak bola,mengurangi bermain,berdo’a kepada Alloh SWT dan selalu berusaha untuk mendapatkan nilai yang terbaik.Dengan berbagai cara tersebut agar mereka bisa lulus dari MTsN Malang III dengan nilai yang memuaskan dan terbaik dan bisa menempuh sekolah yang lebih baik lagi atau sesuai yang di harapkan oleh kakak-kakak kelas 9.

Kami anak kelas 8 dan kelas 7,juga ikut merasakan bagaimana menghadapi ujian akhir sekola,mekipun kami tidak ikut mengerjakannya dan kami hanya bisa mendo’akan semoga lulus dengan nilai terbaik ya,kak”!!!. Apabila kakak-kakak kelas 9 sudah lulus dan tidak lagi menuntut ilmu diMTsN Malang III,hanya satu pesan kami jangan sampai lupa dengan adik-adik kelas kalian.

PERINGATAN HARI HIV/AIDS SE DUNIA

Kemaren yang bertepatan tanggal 1 Desember 2009 adalah peringatan hari HIV/AIDS se Dunia,mungkin itulah moment-moment yang paling berharga bagi para penderita HIV/AIDS karena selama terkena virus yang di sebarkan melalui jaru suntik tersebut,mereka di jauhi oleh orang-orang yang dekat dengan mereka seperti keluarga,sahabat,teman,masyarakat.

Dan mereka merasa lebih di perhatikan,lebih di bri kasih sayang dan mungkin mereka akan lebih untuk bertahan hidup,meskipun ia tak lama lagi untuk meninggalkan dunia ini.

Virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia ini sangat berkembang pesat di Negara kita,yang sebagian besar menyerang para remaja,cara penuebarannya pun bermacam-macam seperti dengan cara berhubungan seks,lewat jarum suntik,dll.

Dan mereka kasihan yang terserang virus HIV/AIDS ini selain ia kekebalan tubuhnya berkurang,mereka juga di jauhi dari lingkungan sosial,dan mereka merasa lebih di kucilkan,bahkan putus sekolah.

Akan tetapi mereka yang terserang virus HIV/AIDS ini harus putus sekolah? Padahal di sekolahlah mereka menanamkan bibit cita-cita,apakah para guru tidak kasihan kepada mereka.